Awal Berdiri dan Warna Alternatif Rock 90-an
Bunga Band adalah grup musik asal Indonesia yang awalnya berdiri dengan nama JFF pada tahun 1995, lalu resmi berganti nama menjadi Bunga pada 21 Mei 1996. Formasi awal band ini terdiri dari Tony Vialy (vokal), Galang Rambu Anarki (gitar ritme), Danial atau akrab disapa Nial (bas), Oka (drum), dan Erry (gitar lead). Musik mereka saat itu banyak dipengaruhi warna alternatif rock era 90-an seperti Stone Temple Pilots, Suede, hingga Pearl Jam, genre yang memang sedang populer pada masanya.
Peran Galang Rambu Anarki dan Tragedi Album Perdana
Sosok Galang Rambu Anarki menjadi bagian penting dari sejarah band ini karena ia adalah putra dari penyanyi legendaris Iwan Fals, yang namanya bahkan sudah diabadikan sang ayah dalam lagu berjudul sama sejak Galang masih bayi. Popularitas nama besar itu membuat publik cepat melirik band bentukannya, ditambah lagi sikapnya yang santai serta keputusannya untuk fokus bermusik ketimbang sekolah. Label KEN Project pun tertarik merilis album Bunga. Namun tragisnya, sebelum proses rekaman album perdana rampung, Galang ditemukan meninggal dunia di kamarnya, sebuah kabar yang mengejutkan sekaligus menjadi sorotan media saat itu.
Mengenang era awal pembentukan Bunga dan album debut "Untukmu Galang" (1997).
Rilisan "Untukmu Galang" dan Era "Ojo Ngono"
Album debut Bunga, "Untukmu Galang", akhirnya dirilis pada 1997 sebagai persembahan untuk mengenang mendiang Galang, dengan bantuan gitaris tambahan untuk menggantikan posisinya. Single andalan album ini, "Kasih Jangan Kau Pergi", seolah menjadi obituari emosional untuknya dan langsung meledak di pasaran. Baik Wikipedia maupun Last.fm mencatat bahwa album ini terjual hingga sekitar 500 ribu keping, angka yang sangat besar untuk band pendatang baru saat itu.
Kesuksesan itu berlanjut lewat album kedua, "Ojo Ngono" (bahasa Jawa yang berarti "Jangan Begitu"), yang dirilis pada 1999. Lagu berjudul sama memiliki intro yang mudah diingat dan sempat menembus berbagai tangga lagu, meski secara penjualan angkanya lebih kecil dari album pertama, tercatat sekitar 60 ribu keping. Formasi band pun berubah signifikan pada periode ini: Galang Rambu Anarki (yang telah tiada), Oka, dan Erry keluar, digantikan oleh Anda Perdana (putra dari Koes Hendratmo), Deden, dan Arthur. Pada masa ini, formasi Bunga sempat terdiri dari Nial pada bas, Anda pada gitar dan vokal, Eko pada gitar, serta Canga pada drum, menandakan seringnya pergantian personel yang terjadi di internal band.
Jejak Anda Perdana dan Album "Bunga 3"
Nama Anda Perdana kian dikenal luas bukan hanya lewat Bunga, melainkan juga karena ia turut mengisi original soundtrack film "Ada Apa Dengan Cinta" pada tahun 2002 sekaligus tampil cameo di film yang melambungkan nama Nicholas Saputra dan Dian Sastro tersebut. Tak berhenti di situ, pada 2009 Anda merilis album solo berjudul "In Medio" yang mendapat pujian dari banyak kritikus musik.
Album ketiga Bunga, "Bunga 3", dirilis pada 2006. Pada masa produksi album ini, Tony Vialy sedang menjalani proses rehabilitasi sehingga posisi vokalis untuk sementara diserahkan kepada Anda Perdana. Sayangnya, gaung album ketiga ini tidak sebesar dua album sebelumnya.
Penampilan Bunga yang konsisten menjaga harmoni di panggung musik Tanah Air.
Kebangkitan Lewat "Dari Teman Untuk Teman"
Setelah masa vakum yang cukup panjang, Tony dan Danial akhirnya menghidupkan kembali Bunga dan merilis album keempat berjudul "Dari Teman Untuk Teman" pada 2015. Dalam wawancara dengan Kapanlagi.com terkait album comeback tersebut, Tony Vialy menjelaskan bahwa judul album dipilih karena proses penggarapannya banyak dibantu oleh sejumlah musisi lain, di antaranya Anda Perdana, Ipang Lazuardy, dan Didit Saad.
Pada periode ini, formasi inti Bunga sebenarnya hanya tersisa dua orang, yaitu Tony Vialy sebagai vokalis dan Danial (Nial) sebagai pembetot bas, sebuah susunan yang menurut Nial sudah terasa nyaman dan lebih solid secara chemistry dibanding saat proses penggarapan album ketiga. Formasi minimalis ini telah berjalan sejak 2010, dan untuk kebutuhan rekaman maupun tampil live, Bunga terbiasa mendatangkan additional player. Hal ini turut dikonfirmasi oleh wiki Last.fm, yang mencatat adanya musisi tambahan seperti Didit (dari Plastik, Melly, Evo) dan Willy (dari Romeo, Gamma, Supernova) yang membantu di posisi gitar.
Konsistensi dan Regenerasi Hingga Tahun 2026
Perjalanan Bunga berlanjut hingga era 2020-an. Pada 24 November 2023, band ini menggelar konferensi pers di Lucy in the Sky, Sparks Senayan, sekaligus merilis single remake berjudul "Kasih Jangan Kau Pergi 2023" dengan formasi baru: Tony Vialy (vokal), Nial (bas), Raiden (drum), dan Mondy (gitar). Setelah itu, Bunga masih cukup produktif merilis single-single baru seperti "Diam" (2024) dan versi baru "Ojo Ngono 2024" yang dirilis pada 2025, menunjukkan band ini terus berupaya mempertahankan eksistensinya di industri musik Tanah Air meski personelnya silih berganti sejak awal berdiri.
Eksistensi jangka panjang Bunga ini turut didokumentasikan lewat sebuah video retrospektif berjudul "Perjalanan Band Bunga dari Tahun 1997 sampai Saat Ini Tahun 2026" yang diunggah di akun Instagram resmi Bunga Band. Video tersebut merangkum tiga dekade perjalanan band, dari era kejayaan bersama Galang Rambu Anarki di akhir 1990-an hingga formasi terkini di tahun 2026, sekaligus menegaskan bahwa Bunga masih terus aktif berkarya meski telah melewati berbagai pergantian formasi, masa vakum, dan tragedi yang mewarnai sejarah panjangnya.